GAYA MAHASISWAUNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA DALAM MENYIKAPI PESAN POLITIK JANJI KAMAPANYE GUBERNUR TERPILIH DKI JAKARTA

Oleh :
Tiara Savira Putri Purnama Haryoko
201410415195

ABSTRAK
Tiara Savira Putri Purnama Haryoko. 201410415195. “Gaya Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Dalam Menyikapi Pesan Politik Janji Kampanye Gubernur Terpilih DKI Jakarta”
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui isi Gaya Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Dalam Menyikapi Pesan Politik Janji Kampanye Gubernur Terpilih DKI Jakarta. Pendekatan yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan jenis penelitian Studi Kasus dengan cara Wawancara kepada 10 mahasiswa  Universitas yang berdomisili tempat tinggal di Jakarta atau telah melalui pemilihan Gubernur DKI Jakarta. 

PENDAHULUAN
Menurut informasi dari wikipedia Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 (dilaksanakan pada 15 Februari 2017 dan 19 April 2017 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022 .
Masyarakat kota DKI Jakarta melakukan pemilihan umum Gubernur guna menggunakan hak pilih masyarakat dalam menentukan pemimpin di DKI Jakarta. Gubernur terpilih yang sebelumnya menjadi pasangan calon nomer 3 memiliki janji manis yang sangat digiurkan oleh masyarakat kalangan bawah yaitu “DP rumah 0%”.
Para masyarakat banyak memilih dengan menginginkan janji DP rumah 0% tersebut dapat di laksanakan bilmana pasangan calon nomor 3 tersebut terpilih. Namun, pasca pemilihan Gubernur DKI membuat pernyataan terhadap janji DP rumah 0%, dengan inti pernyataan adalah DP rumah 0% di Jakarta itu untuk orang yang memiliki gaji sekitar 7 juta sampai 10 juta dilansir pada
Banyak masyarakat yang kecewa dengan janji manis tersebut. Tidak hanya kecewa, beberapa masyarakat kalangan kebawahpun merasa bahwa mereka telah dibohongi dan dirugikan dengan perbedaan pernyataan janji Gubernur terpilih. Informasi yang didapatkan bahwa Gubernur terpilih tersebut kini mencabut janji atau program kampanye DP rumah 0%, dibalik itu program DP rumah 0% pun bertentangan dengan peraturan Bank Indonesia. Tidak hanya disebut sebagai pembohongan publik, namun juga janji tersebut dapat melanggar peraturan menurut salah satu berita di Tribun News “Peraturan Gubernur Bank Indonesia/PBI No. : 18/16/PBI/2016, Tentang Rasio Loan to Value”.
Maka dari itu, penulis membuat penelitian ini untuk melihat bagaimana sikap dan pendapat masyarakat mengenai pesan politik dalam kampanye Gubernur terpilih nomor 3 yang sempat menjadi janji manis dan juga kini kampanye tersebut dapat dicabut, tidak hanya itu  penulis juga ingin melihat bagaimana gaya mahasiswa dan Universitas dalam menyikapi beberapa janji kampanye yang sempat dibatalkan yaitu : Kartu Jakarta Pintar Plus, DP rumah 0%, Program Transportasi Integrasi Rp.5000,-, One Kecamatan One Centre for Enterpreneur (OK OCE), dan menutup Alexis.
Dari hasil studi wawancara yang penulis lakukan dalam penelitian ini, penulis menemukan beberapa pendapat  yang sama atas pesan politik yang disampaikan oleh Gubernur terpilih.
ISI
Penulis melakukan beberapa wawancara dengan mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Penulis memberikan pertanyaan kepada beberapa mahasiswa yang bertempat tinggal di Jakarta dan telah mengikuti pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Berikut pertanyaan yang penulis berikan :
1.      Apa harapan anda setelah anda mengetahui bahwa pasangan calon Gubernur DKI Jakarta telah terpilih?
2.      Bagaimana sikap dan perasaan anda pada saat anda mengetahui bahwa janji kampanye Gubernur terpilih DKI Jakarta dikatakan sebagai “pembohongan besar” dan dicabut?
3.      Apa pesan yang anda ingin sampaikan dalam pernyataan sikap dari pencabutan janji kampanye Gubernur terpilih DKI Jakarta?
Berikut adalah salah jawaban informan nomor satu (inisial A)
1.      Semoga pesan-pesan yang disampaikan oleh Gubernur terpilih dapat di realisasikan secara bertanggung jawab. Dan tidak mengulangi kesalahan lagi. Dapat menjadi pemimpin di Jakarta dengan benar, adil, dan sesuai janji kampanye serta citra yang dikembangkan.
2.      Sangat kecewa, dan berat hati terutama bagi masyarakat yang telah memilih oasangan calon nomor 3. Seorang pemimpin semestinya jangan Cuma mengobarkan janji, tapi tanggung jawabnya juga di utamakan. Kalau sudah begini, masyarakat merasa di tipu, di peralat dan benar-benar khawatir, dia bakal kerja bener apa nggak.
3.      Sekarang saya hanya bisa berharap, semoga Gubernur terpilih dapat meneruskan pekerjaan pemimpin sebelumnya dengan lebih baik. Perdulilah rakyat kecil Jakarta.
Berikut adalah jawaban dari informan nomor dua. Inisial (B)
1.      Karena saya memilih nomor 3, saya berharap Jakarta lebih baik bila dipimpin oleh Bapak Anies dan Sandi.
2.      Saya biasa aja sih, karena kan saya juga sebenernya tinggal di Bekasi sekarang, walaupun KTP masih jakarta. Yang penting tetap jadi lebih baik.
3.      Janji adalah hutang, lebih baik di lunasi Pak!
Berikut adalah jawaban dari informan nomor tiga. Inisial (C)
1.      Saya senang banget lah.
2.      Malu sih, karena kan saya juga sebenernya milih awalnya keikut sama janji kampanyenya.
3.      Kalau waktu bisa diputar, mungkin saya lebih baik milih yang lain dari pada bapak. Saya pikir bapak “benar”  dalam berjanji. Gaktaunya, lebih parah dari yang pemimpin sebelumnya.
Berikut adalah jawaban dari informan nomor empat. Inisial (D)
1.      Saya gak milih nomor tiga. Harapan saya, semoga dia lebih baik dari pasangan calon Gubenur pilihan saya.
2.      Saya sih ketawain aja. Lagian dari awal juga kalau saya pikir-pikir mana ada janji kampanye sampe berani banget ngerubah peraturan BI.
3.      Semoga Bapak bisa bermanfaat bagi Jakarta. Gakperlu janji deh pak, apalagi sampe di cabut. Malu
Berikut adalah jawaban dari informan nomor lima. Inisial (E)
1.      Semoga bisa jadi pemimpin yang lebih baik.
2.      Dapat menjalani visi misi dengan baik dan tetap ingat sama rakyat miskin di Jakarta.
3.      Awalnya saya percaya bapak bisa jadi pemimpin yang baik bahkan bila perlu menjadi catatan sejarah Gubenur DKI Jakarta yang bisa benar-benar membantu rakyat miskin dengan DP rumah 0%, tapi untuk apa Bapak terpilih kalau hanya bisa menyakiti harapan kami?
Berikut adalah jawaban dari informan nomor enam. Inisial (F)
1.      Gabisa berharap, karena saya ga milih nomor tiga.
2.      Awalnya saya kaget, ga percaya. Perasaan saya ya malu lah. Sebagai warga Jakarta walaupun ga milih dia tapi kok pemimpin saya cabut janji kampanye yang mana warga milih dia kan rata-rata karena janjinya.
3.      Belajar dulu aja deh pak aturan aturan pemerintah mau BUMN kek atau subsidi atau apa kek. Peraturan jangan dilanggar.




Berikut adalah jawaban dari informan nomor tujuh. Inisial (G)
1.      Saya berharap Bapak dapat membuat Jakarta lebih baik lagi, mengatasi keluhan banjir dan macet dengan baik. Serta dapat memberikan perhatian lebih pada dunia pendidikan.
2.        Sedih. Semoga Gubernur terpilih bisa belajar lebih baik lagi mencari strategi kampanye yang baik.
3.      Teuskanlah pak. Jadilah yang terbaik dari kesalahan. Jangan siasiakan kami yang memilihmu.
Berikut adalah jawaban dari informan nomor delapan. Inisial (H)
1.      Menjadi pemimpin yang amanah. Peka dalam kebutuhan masyarakat.
2.      Perasaan saya sedih.
3.      Kita tidak boleh menjudge orang atas apa yang dikatakannya, kita lihat saja kedepannya bagaimana sikap Gubernur nantinya setelah menjabat. Jangan lagi ada yang dicabut janjinya pak!
Berikut adalah jawaban dari informan nomor sembilan. Inisial (I)
1.      Bisa mewujudkan janji janji kampanyenya.
2.      Saya mungkin akan terus memantau berita, apa yang akan Gubernur terpilih gantikan untuk janji  janji yang telah di cabut.
3.      Kami percaya, bapak adalah pilihan saya. Jangan buat kami kecewa atas apa yang telah terjadi pada pencabutan kampanye dan janji yang beredar bahwa itu palsu.
Berikut adalah jawaban dari informan nomor sepuluh. Inisial (J)
1.      Semoga menajalankan profesi Gubernur DKI Jakarta nantinya dengan amanah dan DKI bisa jadi lebih baik dari sebelumnya
2.      Saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini, karena rakyat memilih atas dasar program yang telah dibuat oleh pasangan calon nomor 3 semasa kampanye. Saya kecewa
3.      Jangan mempermainkan warga dengan janji politiknya, demi jabatan dan kekuasaan karena rakyat dasarnya adalah pemberi amanah dan apabila amanah tidak dijalankan, maka bisa saja Gubernur terpilih di lengserkan. Perhatikan kata-kata anda,sebelum berucap penuhilah dulu informasi untuk janji kampanye.

PENUTUP
Kesimpulan   
Dapat dilihat berdasarkan data wawancara yang telah penulis lakukan, bahwa 10 informan penulis memiliki rasa malu, kecewa dan sedih atas apa yang terjadi terhadap pesan politik janji kampanye Gubernur DKI Jakarta terpilih, namun diantara keseluruhan rasa sedih yang tertulis oleh informan, penulis menemukan satu informan yang dapat membangkitkan semangat dan juga memahami bagaimana kondisi Gubernur DKI Jakarta terpilih terkait janji-janji yang dicabut, point ketiga dari informan ke delapan “Kita tidak boleh menjudge orang atas apa yang dikatakannya, kita lihat saja kedepannya bagaimana sikap Gubernur nantinya setelah menjabat. Jangan lagi ada yang dicabut janjinya pak!”, disamping itu penulis menemukan dimana peran Gubernur dapat diturunkan bila mana tidak dapat menjalankan amanha rakyatnya pada point ke tiga informan ke sepuluh “Jangan mempermainkan warga dengan janji politiknya, demi jabatan dan kekuasaan karena rakyat dasarnya adalah pemberi amanah dan apabila amanah tidak dijalankan, maka bisa saja Gubernur terpilih di lengserkan. Perhatikan kata-kata anda,sebelum berucap penuhilah dulu informasi untuk janji kampanye.“
Informan penulis juga berharap bahwa Gubernur DKI Jakarta terpilih dapat memperbaiki janji-janji yang telah dicabut guna membuat Jakarta semakin baik, dan tentram serta dapat memecahkan masalah dan menemukan solusi pada masalah yang akan datang.
Saran
Berdasarkan data informan tersebut, penulis dapat mengambil saran bahwa ada baiknya masyarakat tidak hanya “memilih” karena janji-janji manis pasangan calon dalam kegiatan pemilihan umum atau kepala daerah,  namun masyarakat juga harus aktif dalam memilah pesan dalam kegiatan politik supaya mengetahui bagaimana janji tersebut akan dijalankan dengan baik tanpa melanggar aturan pemerintah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunikasi Politik